- Back to Home »
- GAJAH DAN TIKUS
Posted by : Yusuf Aldy Primadana
Jumat, 25 Maret 2016
“GAJAH DAN TIKUS”
Pada suatu hari,
seekor Gajah keluar dari rumahnya. Ia ingin pergi untuk berjalan-jalan untuk
menghirup udara segar dan melemaskan otot-ototnya yang kaku. Namun, di tengah
perjalanan. Ia bertemu dengan seekor Tikus kecil yang menjual bunga. Sang Tikus
pun menawarkan dagangannya kepada Gajah dengan ramah.
Gajah pun tertarik.
Bunga yang di tawarkan Tikus sangat indah dan cantik. Warnanya yang kuning
lembut dan sangat mekar. Harga bunganya pun sangat murah. Namun, Gajah diam
sejenak dan berpikir tentang bagaimana dengan baunya? Sangat lama Gajah
berpikir dan menatap bunga tersebut. Sang penjual bunga pun melihat bahwa Gajah
tertari dengan daganganya tersebu.
‘’ Bunga ini sangat
harum Tuan! Sangat pantas untuk pengharum ruangan.’’ Kata Tikus mempromosikan
dagangannya.
‘’ Bunga apa ini?’’
Tanya Gajah.
‘’ Ini adalah sebuah
bunga yang sangat ajaib!’’ jawab Tikus.
‘’ Apakah bunga ini
wangi?’’ Tanya Gajah.
‘’ Tentu saja! Bunga
ini sangat harum’’ jawab Tikus.
‘’ Boleh aku
mencobanya?’’ Tanya Gajah penasaran dengan wanginya.
‘’ Tentu saja Tuanku!
Silahkan.’’
Gajah pun
sperlahan-lahan menjulurkan belalainya yang panjang. Ia pun mengirup wangin
bunga ajaib itu. Benar sekali yang di katakan Tikus. Bunga tersebut sangat
wangi. Namun, tidak lama kemudian hidungnya terasa geli dan gatal tidak bisa
tertahan. Hidungnya tiba-tiba akan bersin. Tetapi ia terus menahanya. Karena,
tidak baik bersin didepan orang lain. Namun, hidungnya terus saja terasa geli,
ia terus mencoba menahannya. Akhirnya, tanpa di sadari Gajah engambil ancang-ancang
untuk bersin.
Ia menghirup udara
kuat-kuat melalui mulutnya yang besar. Begitu besar angin yang masuk kedalam
mulutnya. Bahkan, tangkai bunga pun tersedot keluar dari tangkainya. Melihat
ancang-ancang Gajah, Tikus pun bersiap untuk pergi meninggalkan tempat
tersebut. ia berpikir akan terjadi angin topan.
Tiba-tiba, Gajah pun
bersin dengan sangat hebat. Akibat, bersinnya yang hebat itu merusak
rumah-rumah, gentengnya berterbangan seperti di landa angin topan. Tikus pun
terpelanting sangat jauh puluhan meter. Bunga dagangannya pun berserakan
kemana-mana. Karena, bersinnya yang sangat hebat. Gajah pun terjatuh ke tanah
dan bahkan mengeluarkan air mata. Ia melihat semua yang di hadapannya rusak
akibat bersinnya tersebut. ia merasa sangat bersalah dan menyesal. Namun, itu
semua bukan keinginannya.
Cerita Rakyat Fabel
Dongeng Gajah dan Tikus
Cerita Rakyat Fabel
Dongeng Gajah dan Tikus
Gajah hanya diam
sambil menatap semua kerusakan. Tiba-tiba, datanglah seekor Badak, ia
bertingkah seperti seorang polisi dan melihat kejadian tersebut. Melihat Badak
datang, Tikus pun timbul keberaniannya. Ia segera berlari-lari menghampiri
Gajah.
‘’ Hei Tuan! Kau harus
mengganti kerugianku. Lihatlah! Bunga-bunga daganganku semua berhamburan dan
hancur. Aku akan adukan kau kepada Badak.’’ Bentak Tikus marah.
Gajah hanya diam. Ia
merasa sangat merasa bersalah.
‘’ Tenanglah, aku akan
mengganti semua kerugianmu.’’ Kata Gajah dengan lembut.
Badak pun mengampiri
Gajah dan Tikus.
‘’ Lihat akibat
perbuatanmu!’’ bentak Badak dan menunjuk ke arah rumah-rumah yang rusak.
‘’ Iya, itu salahku!’’
kata Gajah mengakui kesalahannya.
‘’ Bunga-bungaku
semuanya rusak. Aku meminta ganti rugi.’’ Bentak Tikus.
Sebenarnya Gajah
sangat marah kepada Tikus. Karena bunga yang ia jual. Akibatnya malah kacau
balau. Tetapi ia menahan kemarahannya.
‘’ Apa benar yang
dikatakan Tikus?’’ Tanya Badak.
‘’ Tidak! Saya tidak
merusaknya dengan sengaja!’’ jawab Gajah.
‘’ Bagaimana rumah itu
bisa hancur? Dan bunga-bunga yang Tikus jual berserekan kemana-mana?’’ Tanya
Badak
‘’ Saya hanya bersin
Tuan!’’
‘’ Bersin? Hanya
karena bersin rumah-rumah ini hancur?’’ Tanya Badak tidak percaya.
‘’ Saya hanya mencium
bunga yang di jual Tikus.’’ Jawab Gajah dan menunjuk bunga-buga yang
berserakan.
‘’ Hmm, bunga siapa
itu?’’ Tanya Badak.
‘’ Itu adalah bunga
Tikus!’’
Badak pun melihat ke
arah Tikus. Tiba-tiba, Tikus berubah menjadi gelisah. Badak pun mengerti bahwa
ini bukan kesalahan Gajah seorang. Akhirnya, badak yang bertingkah menjadi
polisi tersebut menengahi Gajah dan Tikus.
Akhirnya, Tikus pun
meminta maaf karena sudah menjual bunga ajaib yang menjadi malapetaka tersebut.
Gajah pun merasa bersalah, karena bersinnya tersebut mengakibatkan kerusakan
yang sangat besar dan merugikan orang lain. Badak pun melanjutkan perjalanannya
setelah menjadi polisi. Mereka berdua mengakui kesalahannya dan semenjak itu.
Gajah dan Tikus berteman baik. Semua itu berkat bunga ajaib.
Pesan moral dari
Cerita Rakyat Fabel : Dongeng Gajah dan Tikus adalah akui kesalahanmu sendiri.
Jangan berbohon dan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang telah kamu buat.
