- Back to Home »
- Semut Yang Hemat
Posted by : Yusuf Aldy Primadana
Jumat, 25 Maret 2016
“SEMUT YANG HEMAT”
Pada zaman dahulu
kala, hiduplah seorang Raja yang sangat terkenal keadilannya. Raja tersebut
sangat mencintai rakayatnya. Yang lebih istimewanya lagi Raja ini adalah
seorang yang penyayang binatang. Suatu hari sang Raja pergi jalan-jalan menemui
seekor Semut.
“Bagaimana kabarmu
Semut?” tanya sang Raja.
“Hamba baik-baik saja,
baginda.” jawaba Semut sangat gembira.
“Dari mana saja kau
pergi?”
“Hamba sejak dari pagi
pergi ke beberapa tempat, tetapi belum juga mendapatkan makanan baginda.”
“Jadi, sejak tadi pagi
kamu belum makan?”
“Benar baginda.” Raja
itu pun termenung sejenak. Kemudian berkata.
“Hai Semut. Seberapa
banyak makanan yang kau butuhkan untuk dalam satu tahun?”
“Hanya sepotong roti
baginda,” jawab Semut.
“Kalau begitu, maukah
kau ku beri sepotong roti untuk hidupmu setahun?”
“Hamba sangat senang
baginda.”
“Kalau begitu, ayo
engkau ku bawa pulang ke istana,” ujar Raja tersebut.
Semut sangat gembira
karena mendapatkan anugerah makanan dari sang Raja. Ia tidak susah lagi mencari
makan dalam setahun. Dan tentu saja roti pemberian dari sang Raja lebih enak
dan manis. “Sekarang engkau masuklah ke dalam tabung yang telah ku isi sepotng
roti ini,” perintah san Raja.
“Terima kasih baginda.
Hamba akan masuk.”
“Setahun yang akan
datang tabung ini baru akan ku buka,” ujar sang Raja lagi.
“Hamba sangat gembira
baginda.”
Tabung berisi roti dan
Semut itu pun segera ditutup rapat oleh sang Raja. Tutup tabung itu terbuat
dari bahan khusus, sehingga udara tetap masuk di dalam tabung. Tabung tersebut
disimpan di tempat khusus di dalam istana. Hari-hari berikutnya sang Raja tetap
memimpin rakyatnya. Berbagai urusan ia selesaikan secara bijaksana. Akhirnya,
setelah genap setahun, teringatlah sang Raja akan janjinya pada sang Semut.
Perlahan-lahan sang Raja membuka tutup tabung berisi Semut itu. Ketika tutup
tabung terbuka, si Semut baru saja menikmati roti pemberian Raja setahun yang
lalu.
“Bagaimana kabarmu
Semut?” tanya sang Raja ketika matanta melihat Semut di dalam tabung.
“Keadaan hamba
baik-baik saja baginda.”
“Tdak pernakah kau
sakit dalam setahun di dalam tabung ini?”
“Tidak baginda, selama
setahun hamba tidak pernah sakit.”
Kemudian sang Raja
termenung sejenak sambil melihat sisa roti milik Semut tersebut.
“Mengapa roti
pemberianku tidak kau habiskan sedangkan dalam setahun kau hanya memerlukan
sepotong roti?” tanya sang Raja. “Begini baginda, roti itu memang hamba sisakan
separuh. Sebab hamba khawatir jangan-jangan, baginda lupa membukanya, tentu
saja hamba masih bisa makan roti setahun lagi. Tapi untunglah baginda tidak
lupa membuka tutup tabung ini. Hamba sangat senang sekali baginda.” sang Raja
sangat terkejut sekali mendengar penjelasan sang Semut yang tahu hidup hemat.
Sang Raja pun
tersenyum kecil melihat Semut tersebut. “Kau adalah Semut yang hebat, kau dapat
menghemat kebutuhanmu. Hali ini akan ku siarkan ke seluruh negeri, agar
rakyat-rakyatku dapat mencontohmu. Kalau Semut saja dapat menghemat, mengapa
manusia justru hidup boros?”
“Sebaiknya baginda
jangan terlalu memuji hamba,” jawab si Semut. Semut itu akhirnya mendapat
hadiah lagi dari sang Raja. Sebagai tanda terima kasih karena telah
mengajarinya tanda hidup hemat.
