- Back to Home »
- “PUTRI TIKUS”
Posted by : Yusuf Aldy Primadana
Jumat, 25 Maret 2016
“PUTRI TIKUS”
Pada zaman dahulu
kala, di sebuah kerajaan hiduplah seorang Raja dengan ketiga Putranya. Ketiga
Putranya kini sudah tumbuh menjadi dewasa. Karena ketiga Pangeran sudah dewasa,
Raja sangat berharap mereka segera menikah.
Suatu hari, Raja
menyuruh ketiga Pangeran untuk pergi mengembara. Dengan begitu mereka dapat
mencari seorang istri. Akhirnya, Pangeran sulung, meminta restu sang Raja.
Namun, di tengah perjalanan. Pangeran Sulung melihat seekor Tikus. Tikus
berlari kesana kemari, Tikus itu terlihat berbeda dari Tikus lainnya. akhirnya,
Tikus berlari menghampiri kaki Kuda yang di naiki Pangeran Sulung, Pangeran
Sulung berusaha supaya Kudanya tidak menginjak si Tikus, namun, Tikus tidak mau
pergi.
‘’ Hei, Tikus.
Pergilah! Jangan sampai kau, di injak oleh Kudaku!’’ teriak Pangeran Sulung.
‘’ Jangan injak aku
Pangeran tampan. Ajaklah aku ke Istana, dan jadikan aku tunanganmu.’’ Kata si
Tikus.
Cerita Dongeng Anak
Dunia Legenda Putri Tikus
‘’ Hahaa. Apa yang kau
katakana? Aku harus membawamu dan menjadikanmu sebagai tunanganku? Itu tidak
mungkin.!’’ Jawab Pangeran Sulung, ia langsung pergi dan mempercepat kudanya.
Tidak lama kemudian,
Pangeran Sulung memberikan kabar ke pada Raja, ia sudah bertemu dengan Putri
cantik dari kerajaan tetangga. Setelah mendapat kabar baik, Pangeran Kedua
langsung pergi mengembara. Sama persis seperti Pangeran Sulung, ia bertemu
seekor Tikus. Tikus memohon untuk di jadikan tunangannya. Pangeran Kedua tidak
meghiraukan dan langsung pergi dengan cepat. Pangeran Kedua pun berhasil
bertemu dengan Putri dari kerajaan lain.
Akhirnya, Pangeran
Bungsu meminta restu Raja untuk segera pergi mengembara dan membawa Putri
cantik. Namun, di tengah perjalanan ia pun bertemu dengan seekor Tikus sama
seperti kedua kakaknya. Si Tikus pun memohon dengan sangat sedih. Agar Pangeran
Bungsu membawanya ke istana dan menjadikannya sebagai tunangan. Pangeran Bungsu
merasa sangat kasihan melihat si Tikus memohon. Ia bersedia menerima si Tikus.
Tikus, langsung
mengajak Pangeran untuk melihat tempat tinggal yang di huninya. Tikus berlari
mendahului Pangeran Bungsu untuk menunjukkan jalan. Hatinya sangat gembira.
Pangeran Bungsu menaiki Kuda dan mengikuti dari belakang dan sampailah di
sebuah batu yang sangat besar.
‘’ Pangeran, disilah
tempat tinggalku. Tunggulah sebentar’’ kata Tikus masuk kedalam liang kecil.
Pangeran Bungsu sangat
penasaran. Ia langsung turun dari Kudanya dan menghampiri liang Tikus terebut.
Tiba-tiba terpancarlah sinar kearah Pangeran Bungsu. Setelah ia menunggu cukup
lama. Akhirnya, keluarlah si Tikus dan menyerahkan cincinnya kepada Pangeran
Bungsu. Cincin itu sangat indah, Pangeran pun sangat terkejut melihat cincin
yang indah dan belum pernah di lihatnya.
Pangeran Bungsu segera
kembali ke Istananya. Ia pun menunjukan cincin dari Tikus. Namun, ia sama
sekali tidak mau menceritakan dari mana asal Putri yang menjadi pilihannya.
Semua orang dalam istana terkejut melihat keindahan cincin yang ia kenakan.
Cincin kedua kakaknya tidak seindah cincin yang di miliki Pangeran Bungsu.
Setelah beberapa saat. Raja memanggil ketiga Putranya.
‘’ Anak-anakku, aku
ingin ingin sekali memakan roti buatan calon-calon menantuku. Pergilah dan
Tolong sampaikan pesanku ini kepada calon istri kalian!’’ kata Raja.
Pangeran Bungsu sangat
kebingungan. Ia berpikir bagaimana cara Tikus tunangannya membuatkan roti untuk
Raja. Akhirnya, ia memutuskan untuk menceritakan apa permintaan ayah. Pangeran
Bungsu langsung pergi menemui si Tikus dan memanggilnya. Ia menanyakan apakah
Tikus sanggup membuatkan roti.
‘’ Pangeran, apakah
hanya itu permintaan Raja? Tidak usah khawatir Pangeran, besok pagi roti yang
di inginkan Raja akan aku siapkan.’’
Pangeran segera
kembali ke istana dan sangat berharap Tikus tunangannya benar-benar dapat
membuatkan roti. Keesokan harinya, Pangeran Bungsu segera kembali ke rumah
Tikus. Ia melihat Tikus sudah menunggunya dan roti pesanan Raja. Pangeran
Bungsu segera membawa roti tersebut ke istana.
Raja pun langsung
mencicipi roti buatan calon-calon menantunya. Kedua kakaknya membawa roti yang
rasanya biasa. Namun, Roti yang paling lezat, adalah roti buatan Tikus calon
istri dari Pangeran Bungsu.
‘’ Aku sudah memcicipi
roti buatan calon istri kalian. Sekarang, aku ingin tahu, apakan mereka dapat
membuatkan minuman yang enak untukku.’’ Kata Raja.
Ketiga Pangeran
langsung pergi menemui calon istrinya masing-masing untuk memberitahukan
permintaan Raja yang kedua. Si tikus pun menyuruh Pangeran Bungsu untuk kembali
keesokan harinya. Keesokan harinya Pangeran Bungsu kembali, dan ia melihat
sebuat pot emas dan di hiasi batu-batu mulia, sudah siap. Ketika tutup pot di
buka, terciumlah bau yang sangat wangi dan segar.
Raja pun langsung
mencicipi minuman itu. Namun, Raja tidak pernah minum minuman sesegar dan
seenak buatan si Tikus. Raja sangat bahagia. ‘’ Kalian bertiga, sudah berhasil
mendapatkan calon istri yang baik. Namun, Putra Bungsu tunanganmu lah yang
terbaik. Roti dan minuman buatannya sangat enak.’’ Kata sang Raja.
Akhirnya, Raja meminta
ketiga Putranya untuk membawa calon istrinya ke istana. Raja ingin sekali
melihat wajah calon menantunya.
Pangeran Bungsu pun
mulai kebingungan. ‘’ sekarang, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana mungkin
aku membawa Tikus ke istana.’’ Pangeran Bungsu langsung pergi menemui Tikus dan
mengabarkan untuk membawanya ke istana.
‘’ Tikus, sejujurnya
aku sangat khawatir, bagaimana caranya aku membawamu ke istana.’’ Kata Pangera
Bungsu.
‘’ Jangan khawatir
Pangeran. Semuanya akan berakhir dengan baik. Namun, Pangeran harus menuruti
semua yang aku katakana. Siapkan satu kulit telur, enam ekor kumbang, dan dua
ekor lalat.’’ Jawab si Tikus.
‘’ Ikatka keenam ekor
kumbang pada kulit telur tersebut, kemudia pasangkan ke dua ekor lalat dalam
kulit telur, satu di depan dan di belakangku. Aku akan berada paling belakang,
dan saat aku tiba di istana nanti, tirukan apa yang kedua kakak Pangeran
lakukan kepada calon istrinya. Semuanya akan berakhir dengan baik.’’
Sambungnya.
Pangeran Bungsu
menuruti apa yang dikatakan si Tikus. Hatinya pun sedikit ragu dan khawatir apa
yang akan terjadi. Tidak lama kemudian, Tikus duduk di dalam kulit telur dan
berangkatlah mereka keistana. Pengeran Bungsu melihat kedua kakaknya
menggendong dan mencium calon istrinya. Pangeran Bungsu pun melakukan peris
seperti kakaknya.
Tanpa di duga,
tiba-tiba, seorang Putri cantik berada dalam gendongan Pangeran Bungsu dan
kendaraan yang di naiki Tikus berubah menjadi sebuah kereta indah. lengkap
dengan pengawalnya. Mereka pun masuk ke dalam istana. Semua orang yang berada
dalam istana sangat terpesona melihat kecantikan Putri Tikus. Setelah
mengenalkan calon istri dari ketiga Pangeran. Putri-putri tersebut kembali ke
istana masing-masing.
Pangeran Bungsu
mengantarkan Putri Tikus kembali rumahnya. Batu tempat tinggalnya berubah
menjadi istana yang indah dan megah. Ternyata Putri terkena kutukan penyihir
jahat, sehingga istananya berubah menjadi batu dan ia berubah menjadi Tikus.
Akhirnya, Putri dan
Pangeran Bungsu menikah, dan hidup sangat bahagia.
